
Ketika ingin menawarkan jasa virtual assistant (VA) pada klien, VA pemula pasti merasa bingung bagaimana memberikan portofolio virtual assistant, sedangkan klien pun belum punya.
Jika kamu sedang dalam fase ini, jangan khawatir! Di sini, kamu akan mengetahui cara membuat portofolio VA untuk yang belum memiliki klien. Yuk, simak sampai akhir penjelasannya!
Table of Contents
ToggleKenapa Portofolio Lebih Penting dari CV untuk Seorang VA?
Menulis CV yang cemerlang sudah bisa dilakukan oleh semua orang. Terlebih lagi, sekarang sudah ada AI. Namun, CV yang bagus tidak selalu menjamin kualitas kemampuan seseorang.
Oleh sebab itu, ketika memilih seorang VA untuk mengerjakan suatu proyek, klien sangat memprioritaskan orang yang memiliki kemampuan di bidang yang mereka butuhkan. Jadi, portofolio yang baik sangat berperan penting dalam kesuksesan lamaran VA.
Sumber Portofolio Virtual Assistant Pemula
Apabila kamu pernah bekerja di suatu perusahaan dan memilih niche VA yang sama seperti pekerjaanmu dulu, kamu masih bisa menggunakan portofolio dari hasil tempat kerjamu sebelumnya.
Sedangkan, bagi VA yang masih baru dan belum pernah memiliki pengalaman di bidang yang kamu tuju, kami sarankan untuk menggunakan dummy project (proyek fiktif) atau latihan yang pernah kamu kerjakan sebagai isi dari portofolio.
Berikut ini adalah sumber portofolio yang bisa kamu gunakan bagi VA yang belum punya klien.
- Proyek latihan mandiri: Kamu bisa berlatih menggunakan brief dari dummy project Portolabs. Di sini, kamu bisa menemukan berbagai proyek yang sesuai dengan niche yang kamu tuju.
- Tugas dari bootcamp: Apabila kamu pernah mengikuti pelatihan, tugas yang kamu kerjakan selama pelatihan bisa kamu gunakan sebagai portofolio.
- Proyek sukarela: Apakah kamu aktif di suatu organisasi atau pernah bantu UMKM secara sukarela? Kegiatan tersebut bisa kamu gunakan sebagai portofolio, jika relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar.
- Studi kasus: Kamu bisa membuat studi kasus dari suatu brand dan membuat analisisnya. Kemudian, beri masukkan tentang apa yang akan kamu lakukan jika kamu berada di posisi yang kamu lamar.
Ini dia 4 sumber portofolio untuk virtual assistant pemula. Untuk membuat portofoliomu semakin lengkap dan menarik bagi klien, kamu juga harus memasukkan informasi berikut.
Apa saja yang Harus Ada dalam Portofolio Virtual Assistant?
Isi portofolio tidak hanya hasil pekerjaanmu saja, tapi ada informasi lainnya yang dapat melengkapi portofoliomu hingga mendapat klien pertama. Berikut ini daftarnya.
- Profil singkat: Jelaskan siapa kamu, niche yang kamu pilih, dan value yang kamu tawarkan. Misalnya, saya bisa meningkatkan engagement rate social media hingga 20%.
- Daftar layanan: Buat daftar layanan yang spesifik, bukan umum. Klien lebih suka orang yang ahli di bidang yang mereka butuhkan.
- Contoh hasil kerja: Bagian ini bisa kamu isi dengan dummy project atau salah satu sumber portofolio lainnya.
- Tools yang dikuasai: Tuliskan alat-alat kerja yang kamu gunakan. Contohnya, untuk project management kamu menggunakan Notion atau Clickup.
- Testimoni: Bagian ini bisa kamu isi dengan komentar dari mentormu. Namun, jika belum ada, kamu bisa melewatkan bagian ini.
- Info kontak: Jangan lupa untuk mengisi info kontak yang bisa dihubungi! Jadi, klien dapat menghubungimu jika mereka tertarik untuk merekrutmu.
Kamu bisa membuat semua hal ini di Notion atau Canva. Di kedua platform ini, terdapat banyak template gratis yang bisa kamu gunakan untuk membuat portofolio yang rapi dan menarik bagi klien atau HR.
Baca juga: 9 Tools Virtual Assistant Wajib yang Dipakai VA Profesional di 2026
Hindari Kesalahan Ini Saat Membuat Portofolio VA
Kamu sudah tahu sumber portofolio dan informasi pelengkapnya, tapi jika kamu melakukan kesalahan berikut, maka portofoliomu tidak akan memberi kesan yang baik di mata klien. Apa saja kesalahan tersebut? Simak poin-poinnya berikut ini.
- Daftar layanan terlalu umum, sehingga tidak menjawab secara tepat kebutuhan klien.
- Tidak ada rincian tentang pekerjaan yang kamu lakukan, hanya visual saja. Langkah yang benar adalah beri penjelasan permasalahan atau brief yang kamu dapat, proses pengerjaan, dan hasilnya.
- Desain portofolio terlalu ramai, sehingga mengalihkan perhatian klien.
- Tidak ada informasi kontak yang bisa dihubungi atau kontak yang dimasukkan ke dalam portofolio salah.
Baca juga: Klien Ghosting Setelah Negosiasi? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Itu dia pembahasan tentang portofolio virtual assistant pemula. Kami sangat menyarankan untuk jangan menunggu hingga sempurna untuk membuat portofolio.
Gunakanlah sumber yang kami sarankan di artikel ini dan mulai menyusun isi portofolio dengan baik.
Di Teman Kreativ, kamu bisa membangun portofolio yang solid dengan mengikuti program pelatihan virtual assistant seperti VAMC. Pekerjaan yang kamu lakukan bukan lagi dummy project, tapi pekerjaan sungguhan dari UMKM.
Ingin tahu kapan program VAMC membuka pendaftaran? Yuk, ikuti media sosial Teman Kreativ agar tidak ketinggalan informasi terbaru!