Blog

Tren Virtual Assistant di Kalangan Ibu Rumah Tangga: Peluang, Tantangan, dan Solusinya

Ilustrasi seorang ibu rumah tangga bekerja dari rumah menjadi salah satu gambaran tren virtual assistant saat ini. Sumber: Freepik / Designed by Freepik.

Ilustrasi seorang ibu rumah tangga bekerja dari rumah menjadi salah satu gambaran tren virtual assistant saat ini. Sumber: Freepik / Designed by Freepik.

 

Seringkali ibu rumah tangga mengalami dilema antara pergi bekerja untuk mendukung perekonomian keluarga atau membersamai anak di rumah. 

Namun, perkembangan teknologi digital saat ini memberikan kesempatan bagi para ibu untuk bisa menjalankan keduanya secara beriringan. 

Kini, mereka tetap bisa mendapatkan pemasukan dari rumah melalui kerja remote. Salah satu pekerjaan remote yang semakin diminati oleh ibu rumah tangga adalah Virtual Assistant (VA)

Di Indonesia, tren virtual assistant di kalangan ibu rumah tangga dipandang positif oleh masyarakat karena memberikan ruang bagi perempuan untuk menyeimbangkan peran domestik dan profesional.

Sekarang, berpenghasilan dari rumah sambil mengurus keluarga bukan lagi sekadar mimpi. 

Bagi kamu ibu rumah tangga yang ingin mewujudkannya, artikel ini memberikanmu pengetahuan tentang perkembangan industri virtual assistant, peluang yang bisa diambil, alasan, tantangan, hingga solusi yang harus dipahami. Yuk, simak sampai habis!

Perkembangan Industri Virtual Assistant di Indonesia dan Global

Secara global, industri virtual assistant terus mengalami pertumbuhan pesat. 

Grand View Research melaporkan nilai pasar Intelligent Virtual Assistant mencapai USD 3,07 miliar pada 2023 dan diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai ~USD 14 miliar pada 2030.

Semakin meningkatnya kebutuhan tenaga remote dan dukungan administrasi, semakin bertambah pula permintaan pasar terhadap layanan virtual assistant.

Permintaan tersebut berasal dari UKM hingga bisnis owner.

Future Market Insights mencatat bahwa pasar virtual assistant services diprediksi akan tumbuh stabil hingga 2035

Di Indonesia, profesi virtual assistant juga mulai mendapat perhatian dari masyarakat. 

Tempo melaporkan bahwa pekerjaan remote, termasuk VA, mulai menjadi pilihan realistis bagi ibu rumah tangga yang ingin tetap berpenghasilan sambil menjalankan peran domestik.

Ibu Rumah Tangga Mulai Melirik Karir Virtual Assistant

Peluang karir untuk ibu rumah tangga kini semakin terbuka, seperti yang disebutkan Survei PwC Indonesia 58% pekerjaan bisa dikerjakan dari rumah (remote).

Melihat tren kerja remote yang terus berkembang, tidak heran jika karir virtual assistant semakin dilirik oleh ibu rumah tangga. 

Dorongan untuk berpenghasilan dan kebutuhan fleksibilitas kerja membuat profesi ini terasa sangat relevan bagi mereka.

Baca juga: STOP INSECURE! Ini Dia Skill Virtual Assistant yang Ternyata Sudah Dimiliki Ibu Rumah Tangga

Alasan ibu rumah tangga tertarik jadi virtual assistant

1. Menawarkan fleksibilitas tempat dan waktu

Menjadi virtual assistant memberikan ibu keleluasaan untuk memilih tempat dan waktu bekerja. 

Dengan fleksibilitas ini, ibu bisa memilih rumah sebagai kantornya serta menjadwalkan sendiri waktu untuk bekerja.

Bagian yang membuat ibu merasa sangat dimengerti adalah tetap bisa mengawasi anak dan mengurus rumah.

2. Modal belajar yang ramah pemula

Banyak tugas VA yang bisa dipelajari ibu secara mandiri, seperti membalas email, mengatur jadwal, membuat dan merapikan dokumen, dan sebagainya. 

Ibu bisa mempelajarinya melalui berbagai sumber gratis, seperti video tutorial YouTube, artikel website, webinar atau ebook gratis, hingga konten media sosial.

Cara ini membuat profesi VA jadi terasa lebih ramah bagi ibu yang sudah lama tidak bekerja secara formal.

3. Peluangnya semakin besar

Saat ini, digitalisasi yang berkembang pesat meningkatkan jumlah bisnis online dan UMKM.

Bisnis tersebut membutuhkan bantuan administratif agar para pelakunya bisa fokus mengurus tugas strategis.

Ini bisa menjadi peluang kerja VA bagi ibu rumah tangga yang terbiasa dengan tugas repetitif, seperti pekerjaan administrasi.

4. Bisa berkembang sesuai minat

Lingkup pekerjaan VA itu sangat luas, diantaranya: tugas administrasi dan operasional, social media support, admin toko online, riset online, community management, hingga desain grafis.

Karena itu, ibu bisa memilih pekerjaan yang paling sesuai dengan skill dan minatnya.

Dengan begitu, ibu bisa berkembang dengan melakukan pekerjaan yang dipilihnya.

Tantangan yang harus dihadapi dan solusinya

Fleksibilitas yang ditawarkan tidak serta merta membuat ibu menjalani karir virtual assistant dengan mulus. 

Faktanya, ibu juga akan menghadapi berbagai tantangan dalam pekerjaan ini.

Ibu perlu memahaminya sejak awal agar bisa mempersiapkan diri dengan strategi yang tepat.

1. Menyeimbangkan pekerjaan dan tugas domestik

Tantangan terbesar adalah membagi waktu antara pekerjaan dan tugas rumah tangga. 

Karena bekerja dari rumah dengan waktu yang fleksibel, ibu seringkali dianggap selalu siap sedia.

Ini menyebabkan ketidakjelasan batasan antara jam bekerja dan waktu untuk keluarga. Akibatnya, ibu jadi kewalahan dan gagal menyelesai pekerjaan.

Untuk mengatasinya, ibu perlu memiliki manajemen waktu yang baik, dengan menetapkan waktu khusus untuk bekerja sekitar 2-3 jam dalam sehari.

Dengan menerapkan manajemen waktu secara disiplin, ibu dapat menjalankan peran domestik dan profesional secara seimbang.

2. Menemukan waktu khusus untuk bekerja

Ibu dengan balita biasanya mengalami kesulitan mendapatkan waktu khusus untuk bekerja secara mindful

Situasi di rumah yang dinamis menuntut ibu harus pintar mencari waktu kerja yang efektif, seperti saat anak tidur, sekolah, atau sedang diasuh orang lain.

3. Belajar skill baru secara mandiri

Sebagai VA, ibu perlu mempelajari berbagai tools digital—mulai dari email, Google Workspace, hingga manajemen data. 

Belajar hal baru sambil mengurus rumah bisa terasa melelahkan, apalagi jika ibu belum terbiasa bekerja dengan teknologi.

Untuk mengatasinya, ibu bisa mulai dengan menetapkan waktu belajar sekitar 20-30 menit. 

Jika ibu terbiasa dengan proses belajar yang terarah, kelas digital atau pelatihan online bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menambah skill baru.

4. Overthinking berlebih

Seringkali ketika ingin memulai sesuatu, termasuk menjadi VA, ibu menjadi ragu karena pikirannya sendiri.

Takut nggak maksimal mengurus anak.

Nggak pede komunikasi dengan klien.

Takut nggak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Tenang Bu! Kamu nggak sendirian.

Perasaan seperti itu umum dirasakan para ibu dan bisa membuat insecure.

Karena itu, ibu perlu mempertimbangkan kembali potensi diri yang dimiliki dan menyiapkan strategi yang tepat untuk menghadapi resiko pekerjaan di masa depan.

Selain itu, ibu juga bisa mengatasi overthinking dengan bergabung dalam komunitas.

Komunitas menawarkan ibu lingkungan yang suportif untuk berkembang karena di dalamnya terdapat individu-individu dengan minat yang sama.

Dengan begitu, ibu punya ruang untuk bertukar pikiran dan perasaan saat menghadapi tantangan pekerjaan.

Komunitas juga menawarkan berbagai benefit seperti informasi yang bermanfaat untuk perkembangan karir, program terbaru, hingga akses lowongan kerja/project.

Dengan dukungan komunitas yang tepat, ibu dapat memulai karir VA dengan percaya diri dan lebih terarah.

Akhirnya, ibu rumah tangga kini bisa mewujudkan keinginannya untuk kerja dari rumah, salah satunya dengan menjadi virtual assistant.

Agar tidak sekedar FOMO, ibu perlu mempertimbangkan alasan dan tantangannya.

Dengan persiapan dan strategi yang tepat, ibu dapat memulai karir VA dengan percaya diri. 

Komunitas virtual assistant Teman Kreativ bisa jadi langkah awal yang sederhana tapi berdampak besar untuk kemajuan karirmu.

Dapatkan dukungan, teman belajar, program terbaru, hingga peluang kerja dengan bergabung di komunitas Teman Kreativ. Temukan info selengkapnya di sini.

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Join 2,000+ Subscribers

Stay in the loop with everything you need to know.

We care about your data in our privacy policy.