Blog

STOP INSECURE! Ini Dia Skill Virtual Assistant yang Ternyata Sudah Dimiliki Ibu Rumah Tangga

Ilustrasi ibu rumah tangga kerja remote dari rumah dengan skill virtual assistant yang sudah dimiliki. Sumber: Freepik / Designed by Freepik.

Ilustrasi ibu rumah tangga kerja remote dari rumah dengan skill virtual assistant yang sudah dimiliki. Sumber: Freepik / Designed by Freepik.

 

Virtual Assistant (VA) kini menjadi salah satu kerja remote yang diminati ibu rumah tangga karena fleksibilitasnya. 

Namun, rasa minder karena skill yang terbatas menjadi hambatan bagi mereka untuk memulainya. 

Pengen coba sih, tapi aku bisa apa? Begitulah isi hati ibu yang insecure saat ingin berkarir jadi VA.

Tapi siapa sangka, ibu rumah tangga sebenarnya sudah memiliki berbagai keterampilan yang relevan dengan karir ini lho!

Masa sih? Bukannya jadi IRT kerjaannya cuma seputar urusan rumah. 

Di dalam artikel ini, kamu akan menemukan penjelasan tentang skill virtual assistant untuk ibu rumah tangga serta tip praktis untuk memulainya. 

Buat kamu ibu rumah tangga, artikel ini akan membuka pikiranmu bahwa menjadi virtual assistant bisa dimulai dari skill yang sudah kamu miliki. 

So, simak sampai habis ya!

Skill Virtual Assistant yang Sudah Dipelajari di Rumah

Untuk menjadi virtual assistant, ibu rumah tangga bisa memulai dari cara yang paling mudah, yaitu dengan mengandalkan potensinya selama mengurus keluarga dan rumah.

Ya! Kamu bisa mulai dari skill sederhana, seperti mengatur waktu dan kegiatan harian, mengatur keuangan, menata rumah, hingga berkomunikasi dengan anggota keluarga.

Memang, beberapa keterampilan ini tampak seperti rutinitas biasa dan tidak berkaitan dengan pekerjaan virtual assistant.

Tapi ternyata skill-skill tersebut bisa relevan dengan profesi ini dengan berbagai penyesuaian.

Kok bisa? Yuk kita bahas di sini!

Hard skill VA yang Sudah Dipelajari IRT

1. Manajemen Jadwal & Organizing

Tanpa disadari, seorang ibu merupakan manajer andal untuk kegiatan sehari-hari. Bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk setiap anggota keluarga yang menjadi tanggung jawabnya. 

Setiap hari, ia mengatur aktivitas demi aktivitas anggota keluarga agar berjalan dengan lancar. 

Ia sangat hafal rutinitas anak dan suaminya hingga mengatur jadwal kegiatan untuk mereka.

Ibu melakukan berbagai persiapan, memastikan tidak ada yang terlewat, serta mengantisipasi hal yang tak terduga selama beraktivitas.

Dan kesibukan ini setara dengan peran virtual assistant dalam mengatur calendar management klien.

Ini bukti bahwa ibu sebenarnya sudah punya modal penting sebagai VA, tinggal mengalihkannya dari keluarga ke kebutuhan klien.

2. Data Entry Sederhana

Ibu ahli dalam membuat catatan di berbagai media, mulai dari buku hingga secara digital melalui ponsel. 

Ibu sangat teliti dalam mencatat belanja harian dan pengeluaran rumah hingga membuat anggaran.

Semua pekerjaan tersebut mirip dengan skill yang dibutuhkan oleh VA bidang data entry dan dokumentasi.

Kalau disertai dengan kemampuan menggunakan tools digital, potensi ini bisa ditawarkan oleh klien yang butuh bantuan dalam pencatatan bisnisnya.

3. Desain Visual Dasar

Beres-beres rumah merupakan salah satu aktivitas harian ibu yang tiada akhirnya. Bahkan, ia bisa mengatasi kekacauan rumah berulang kali dalam sehari.

Berkat naluri rapi dan estetikanya, ibu bisa menyulap rumah yang berantakan menjadi tempat yang nyaman bagi para penghuninya.

Kebiasaan ini ternyata dapat mengasah keterampilan visual organizing dan sense of design yang dapat digunakan dalam pekerjaan VA.

Skill ini dapat membantu VA di bidang desain visual, seperti membuat visual konten, merapikan feed Instagram, membuat poster/flyer, dan membuat presentasi visual.

4. Komunikasi

Mengobrol menjadi kegiatan yang mendominasi keseharian ibu, baik secara langsung maupun melalui alat komunikasi.

Ibu bisa berlama-lama mendiskusikan berbagai hal dengan anggota keluarga, guru sekolah, tetangga, keluarga besar, hingga teman sesama komunitas di grup Whatsapp.

Di dunia VA, kegiatan ini sama seperti mengelola komunikasi dengan klien, tim, atau komunitas, khususnya di bidang community management.

5. Riset Sederhana

Ibu terbiasa mencari berbagai informasi valid, mulai dari resep masakan, info sekolah, promo belanja, tip dan trik, hingga rekomendasi dan perbandingan produk.

Rasa ingin tahu yang besar, ketelitian, serta kegigihan dalam mencari informasi ternyata dapat mengasah kemampuan risetnya.

Tak jarang, ibu menjadi sosok yang paling diandalkan dalam menemukan barang hilang di rumah, bahkan ketika yang lain menyerah untuk mencarinya.

Daripada cuma jadi kebiasaan, ibu bisa menawarkan skill ini dengan menjadi VA di bidang riset online.

Soft Skill VA yang sudah dikuasai IRT

Selain hardskill bawaan, ternyata ada juga softskill VA yang sudah dikuasai ibu dari pengalamannya menghandle tugas domestik, diantaranya:

1. Multitasking & Prioritas

Ibu sudah terbiasa mengerjakan beberapa tugas dalam satu waktu sekaligus mampu menetapkan prioritas utamanya.

Kebiasaan ini memudahkannya menyelesaikan banyak tugas dalam situasi yang seringkali dinamis dan tak terduga. 

Keterampilan ini juga dibutuhkan VA agar ia dapat mengelola tugas sekaligus menjaga kualitas kinerjanya dalam berbagai situasi.

2. Problem solving

Setiap hari ibu menghadapi situasi tak terduga, mulai dari anak yang tantrum, jadwal harian mendadak berubah, tamu mendadak datang, hingga pekerjaan menumpuk tak terduga.

Karena itu, ibu harus terampil dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan yang cepat untuk mengatasi situasi tersebut.

Begitupun dengan VA, ia juga sering menghadapi situasi tak terduga di pekerjaannya yang menuntutnya agar cekatan.

Seperti perubahan brief atau revisi mendadak dari klien sedangkan deadline tugas semakin dekat.

Tentunya, VA harus bisa berpikir cepat untuk menemukan solusi terbaik, baik untuk dirinya maupun klien (win-win solution).

Kemampuan ini menjadi nilai plus di mata klien karena pada dasarnya mereka me-hire VA untuk memberi solusi terbaik untuk bisnisnya.

3. Ketelitian & Kerapian

Mengurus rumah dengan berbagai detailnya membutuhkan ketelitian dan kerapian, dan ibu mampu melakukannya.

Ibu terbiasa melakukan berbagai pekerjaan rumah, seperti membereskan ruangan, mencuci pakaian dan piring, memasak, hingga mengatur keuangan rumah tangga.

Ketelitian dan kerapian juga sangat berguna untuk pekerjaan virtual assistant, khususnya di bidang administrasi dan operasional.

Klien yang sibuk biasanya tidak punya cukup waktu untuk mengurus hal-hal detail dalam bisnis atau pekerjaannya.

Waktunya lebih diprioritaskan untuk kepentingan yang lebih strategis sehingga ia membutuhkan VA untuk mengerjakan tugas administrasi.

Maka kedua softskill ini bisa diandalkan untuk kamu yang tertarik untuk melakukan pekerjaan di bidang tersebut.

4. Kesabaran & Empati

Sabar dan empati adalah senjata andalan virtual assistant yang sudah dimiliki ibu rumah tangga.

Ibu terbiasa menghadapi situasi yang tidak selalu berjalan mulus, seperti anak rewel, rencana yang mendadak berubah, pekerjaan menumpuk, atau cobaan yang mendadak datang. 

Tanpa sadar, ini melatih kemampuan ibu untuk tetap tenang dan fokus dalam menghadapi berbagai situasi tersebut tanpa emosi yang meledak.

Dalam dunia VA, kesabaran ini menjadi aset penting dalam menghadapi klien dan tugas yang dinamis.

Misalnya, klien yang slowrespon karena sibuk, revisi yang mendadak sedangkan deadline semakin dekat, perubahan brief/deadline, tugas dadakan datang bertubi-tubi, hingga miskomunikasi dengan klien.

Selain itu, ibu juga terbiasa mengurus setiap anggota keluarganya. Ia sangat memahami kebutuhan anak dan suaminya.

Seperti makanan kesukaan, penyebab anak jadi sensitif/butuh perhatian, tanda suami lelah/lapar, hingga kebiasaan kecil mereka. 

Kemampuan membaca situasi emosional ini merupakan bentuk empati tingkat tinggi.

Ketika menjadi VA, empati membuat kamu mampu memahami klien terhadap berbagai hal, seperti gaya kerja, preferensi, hingga kebutuhannya bahkan sebelum dijelaskan secara detail.

Dengan begitu, kamu dapat memberikan pelayanan yang terasa personal dan suportif, menanggapi keluhan dengan profesional, menjaga komunikasi tetap hangat. Klien akan merasa didukung, bukan sekadar dibantu. 

Kesabaran dan empati membuat VA akan terlihat profesional, terpercaya, serta layak untuk dipertahankan dalam jangka panjang.

5. Manajemen Waktu

Pekerjaan rumah yang tiada akhirnya menuntut ibu untuk terampil mengatur waktu. Ibu bisa memperhitungkan waktu untuk setiap tugas; kapan ia harus mulai dan selesai. 

Bahkan ada yang terbiasa membuat agenda harian agar semua pekerjaan bisa selesai tanpa ada yang terbengkalai.

Kadang-kadang, situasi tak terduga memaksa ibu harus cekatan menyusun rencana baru.

Walaupun seringkali kewalahan, ibu tetap berusaha menjalani kesibukannya dengan baik.

Bagi virtual assistant, skill manajemen waktu merupakan modal besar dalam menjalani tugasnya.

Jika tidak memiliki skill ini, kamu akan kewalahan dalam menyelesaikan, baik tugas profesional, maupun domestik. 

Apalagi jam kerja yang fleksibel bisa menjadi boomerang jika tidak disertai dengan manajemen waktu yang disiplin.

Baca juga: Tren Virtual Assistant di Kalangan Ibu Rumah Tangga: Peluang, Tantangan, dan Solusinya

Tip Praktis Memulai Jadi Virtual Assistant untuk Ibu Rumah Tangga

Setelah menggali potensi tersembunyi untuk jadi virtual assistant, kini saatnya ibu mewujudkannya!

Tapi mulai darimana?

Berikut ini tip praktis memulai jadi virtual assistant untuk ibu rumah tangga:

1. Mulai dari satu skill yang paling dikuasai di rumah

Ibu bisa mulai dari satu skill yang paling diminati dan dikuasai. Jika merasa belum menguasai sepenuhnya, ibu bisa pelan-pelan meningkatkan skill tersebut sambil dipraktekkan di rumah.

Misalnya membuat anggaran belanja bulanan, ibu masih melakukannya secara manual di buku catatan.

Kini saatnya, ibu mulai melakukannya sembari mempelajari konsep rencana keuangan, menggunakan tools keuangan digital, hingga belajar Excel.

2. Manfaatkan sumber belajar gratis

Kemudahan akses internet saat ini memberikan kesempatan ibu untuk belajar dari berbagai sumber.

Ibu bisa upgrade skill melalui video tutorial YouTube, artikel website, webinar atau ebook gratis, hingga konten media sosial.

Ibu cukup meluangkan waktu 20-30 menit sehari untuk meningkatkan keterampilan virtual assistant.

Pilih waktu yang minim distraksi agar ibu bisa belajar dengan fokus, misalnya saat anak tidur, sekolah, atau diasuh oleh anggota keluarga lain.

Bahkan, ibu tetap bisa belajar di sekitar anak-anak saat mereka sudah bisa beraktivitas secara mandiri.

3. Jadikan pekerjaan rumah sebagai portofolio

Nggak punya portofolio seringkali menjadi keraguan ibu untuk memulai. Apalagi jika kamu belum pernah mendapat project/pekerjaan dari seorang klien.

Tenang, Bu! Hasil pekerjaan rumah bisa disulap menjadi portofolio pertamamu.

Kalau kamu biasa bikin rencana keuangan di buku catatan, saatnya mencoba merancangnya lewat tools digital sederhana.

Pengetahuan dan pengalamanmu itu bisa diramu menjadi berbagai macam jasa, seperti administrasi keuangan untuk personal atau UMKM dan bookkeeping sederhana.

Bahkan dengan skill ini, kamu bisa membuat produk digital yang bisa dijual, seperti template keuangan sederhana atau ebook tip praktis mengatur keuangan rumah tangga.

Rangkai hasil kerjamu menjadi portofolio yang relevan, rapi, dan meyakinkan.

4. Buat Akun Profesional

Membuat akun profesional bisa dimulai dari menyiapkan alamat email untuk kerja dan foto profil yang rapi. 

Ibu bisa mulai memperkenalkan diri sebagai virtual assistant melalui akun media sosial.

Gunakan kata kunci profesional seperti virtual assistant atau personal assistant di bio media sosial agar dapat dijangkau oleh orang yang membutuhkan jasamu.

Misalnya: “Virtual Assistant untuk administrasi & organizing”

Ibu juga bisa menyematkan daftar link sederhana yang menjelaskan detail kontak, portofolio, dan layanan yang ditawarkan.

5. Tentukan Jam Kerja di Rumah

Mengingat kesibukan domestik yang dinamis dan kesempatan fokus yang terbatas, ibu perlu menentukan jam kerja secara realistis dan efektif.

Ibu bisa menyediakan 2-3 jam dalam sehari sebagai waktu kerja. Ini merupakan durasi yang umum untuk kerja remote dari rumah, khususnya bagi ibu rumah tangga.

Kamu bisa mulai dari memilih slot waktu yang benar-benar bebas dari rutinitas harian, misalnya: saat subuh (05.00-06.00), saat anak sekolah (09.00-11.00), dan setelah anak tidur malam (20.30-21.30).

Jadwalkan waktu yang paling sesuai dengan rutinitasmu dan laksanakan dengan konsisten.

It’s okay! Jika dalam realisasinya kamu menghadapi berbagai perubahan tak terduga; karena pada akhirnya kamu akan menemukan jam kerja yang paling sesuai dengan kondisimu.

6. Mulai tawarkan diri ke circle terdekat

Sebelum ke platform pencari kerja, ibu bisa mulai dari relasi terdekat, seperti teman, kerabat, atau tetangga, yang merupakan pelaku bisnis atau individu yang sibuk.

Ibu bisa menawarkan diri untuk mengatur urusan administrasi bisnis dan pekerjaan, membuat katalog produk/flyer promosi, atau mengelola akun media sosial bisnis mereka.

Dengan cara ini, ibu dapat menambah portofolio dan testimoni pertama untuk mendapatkan klien berikutnya.

7. Gabung komunitas 

Langkah ibu untuk memulai karir virtual assistant akan terasa berat jika dilakukan sendirian. Komunitas dapat membantu ibu melalui prosesnya dengan lebih percaya diri.

Melalui komunitas, ibu akan bertemu dengan individu-individu lainnya yang memiliki minat dan fokus yang sama.

Dengan begitu, ibu merasa yakin untuk berkembang di lingkungan yang suportif.

Selain itu, komunitas biasanya menawarkan berbagai benefit bagi para anggotanya.

Seperti informasi penting, insight baru, event/program mendatang, tip praktis, info lowongan kerja/project, hingga wadah diskusi interaktif antar anggota.

Dan yang paling penting, proses bertumbuhmu jadi lebih cepat dan terarah.

Akhirnya, menjadi virtual assistant bukan hanya untuk mereka yang sudah ahli. Ibu rumah tangga juga bisa, karena ia sudah memiliki banyak skill bawaan yang relevan dengan karier ini. 

Dengan sedikit penyesuaian dan upgrade skill secara bertahap, ibu bisa memulai kerja remote dari rumah. 

Biar nggak jalan sendirian, yuk bergabung dengan komunitas virtual assistant Teman Kreativ!

Kamu bisa mendapatkan circle yang suportif, insight baru, peluang kerja/project, hingga info kelas virtual assistant terbaru.

Kunjungi akun Instagram Teman Kreativ untuk mendapatkan info selengkapnya.

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Join 2,000+ Subscribers

Stay in the loop with everything you need to know.

We care about your data in our privacy policy.